Link Terkait

DISCOVER BANYUWANGI

BUPATI MINTA KADER POSYANDU AKTIF DALAM PERENCANAAN PEMBANGUNAN DESA

BPMPD | 15-09-2015

Bapak Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas meminta pemerintah Desa melibatkan kader posyandu dalam perencanaan pembangunan Desa. Pelibatan aktif kaum perempuan ini agar program penguatan kesehatan keluarga bisa dijalankan hingga level pemerintahan terendah. Hal itu disampaikan Bupati Anas saat melakukan penyerahan simbolis seragam batik bagi kader Posyandu di Pendopo, pada hari Selasa 15 September 2015.

Dikatakan Beliau, anggaran Desa selama ini masih banyak yang terfokus pada pembangunan infrastruktur fisik. Mulai dari plengsengan sungai, pembangunan jembatan, hingga pelebaran jalan. Sedangkan urusan pemberdayaan keluarga seperti kegiatan posyandu masih kurang mendapatkan perhatian. “Masalah kesehatan ibu dan anak belum masuk dalam perencanaan program di Desa, semua masih diserahkan ke Pemkab. Seiring dengan meningkatnya anggaran di Desa, maka kami meminta agar masalah tersebut juga menjadi bagian program di tingkat Desa. Minimal 5 persen harus dialokasikan untuk program kesehatan keluarga,” ujar Beliau. Untuk itu, Bapak Bupati meminta pada kader posyandu dan istri kepala Desa (Kades) agar lebih aktif dan terlibat langsung dalam Musrawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes). Para kader diharapkan mampu menyuarakan program-program yang terkait kesehatan ibu dan anak yang merupakan salah satu target Millennium Development Goals (MDG’s). “Kita ingin agar fungsi posyandu direvitalisasi.

Selain mengurus masalah kesehatan balita yang rutin tiap bulan, mereka kami imbau juga mampu mendorong dan memperjuangkan agar pembangunan di tingkat Desa juga memperhatikan masalah ini. Pak Camat pun kami minta agar Desa yang tidak memasukkan program kesehatan ibu dan anak untuk tidak menyetujui APBDes-nya,” ujar Beliau. Ditambahkan, selain posyandu yang akan semakin aktif, manfaat lain yang bisa dirasakan jika program pemberdayaan masuk dalam APBDes adalah mudahnya pelaksanaan program peningkatan gizi anak. “Saat pelaksanaannya di tingkat kabupaten, dana pembelian kacang hijau dan telur untuk dibagikan ke anak-anak harus di lelang dulu. Jadinya lama dan membutuhkan proses panjang. Tapi kalau nanti bisa dianggarkan di APBDes, pengadaannya akan lebih mudah karena tidak perlu dilelang karena nominalnya yang kecil,” tambah Belau.

Dalam kesempatan tersebut Bapak Bupati Anas menyerahkan bantuan seragam batik pada 11.325 kader posyandu. Batik tersebut merupakan rancangan istri Anas, Ipuk Festiandani. Bermotif dasar paras gempal, motif asli Batik Banyuwangi, kain batik berwarna biru tersebut dihiasi logo Posyandu dan logo Gema Insani (Gerakan Masyarakat Ibu dan Anak Sehat Serta Mandiri) yang merupakan slogan baru kader posyandu. (Humas & Protokol)


© 2021
Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Banyuwangi
JL. Adi Sucipto No. 53 Telp. 0333-424972, 424445 Fax. 0333-415318